Latest topics
» pilah pilih Karbo untuk mengelola berat badan
Yesterday at 4:23 pm by sendi

» Makanan sahahat hipertensi
Thu Nov 08, 2018 4:38 pm by sendi

» Tips kurangi garam untuk hidup lebih sehat
Mon Nov 05, 2018 4:43 pm by sendi

» Cara lain menikmati makanan bagi kolesterol tinggi
Fri Nov 02, 2018 4:27 pm by sendi

» Olahraga tepat untuk penderita Diabetes
Fri Nov 02, 2018 4:04 pm by sendi

» Polemik Konsumsi Buah Pada Penderita Diabetes
Thu Nov 01, 2018 11:24 am by opterone

» Ingin Awet Muda Tapi Lupa dengan Vitamin C? Bahaya loh!!
Thu Nov 01, 2018 11:18 am by opterone

» Bahaya Diabetes Menyerang Bagi Pecinta Softdrink
Wed Oct 31, 2018 5:01 pm by opterone

» Nutrisi Untuk Para Perokok
Wed Oct 31, 2018 4:58 pm by opterone

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Yang sehat, yang seperti apa ?

Go down

Yang sehat, yang seperti apa ?

Post  sendi on Wed Apr 18, 2018 10:35 pm

Jenis makanan tertentu sering dianggap sebagai makanan tidak sehat. Sebagai biang keladi dari masalah kesehatan. Sedangkan makanan lain dianggap sebagai makanan yang bersahabat. Benarkah demikian? atau justru makanan yang selama ini dimakan dan dianggap sehat malah bisa jadi sebagai salah satu makanan yang kurang sehat? Pilah pilih makanan pernah dibahas dalam forum ini tapi tak ada salahnya kembali diangkat lagi sebagai penyegaran bukan?

Dari berbagai sumber berikut yang termasuk dalam kategori makanan sehat dengan alasan dampaknya terhadap kesehatan tentunya yaitu sebagai berikut :

Masih ingat 4 sehat 5 sempurna? Yang sekarang dikenal dengan pedoman umum gizi seimbang ? adalah makanan yang disarankan dikonsumsi dalam kandungan gizi yang seimbang artinya tidak condong kepada zat gizi tertentu misal tinggi lemak tapi miskin serat. Atau tinggi karbo tapi rendah vitamin.

Garam atau penyedap rasa memang akan membuat makanan menjadi lebih kuat rasanya. Namun membatasi konsumsi garam dan gula juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan. Apalagi bagi mereka yang beresiko hipertensi dan riwayat diabetes. Mengurangi gula bisa dimulai dari membuat minuman buah / jus tanpa gula karena dapat mengandalkan rasa manis atau sudah manis alami dari gula buah. Mengurangi garam dilakukan bertahap misal dari mengurangi konsumsi makanan cemilan yang biasanya tinggi garam. Perihal penyedap rasa yang mungkin masih digunakan, penyedap makanan sepertinya lebih kepada kebiasaan jika telah terbiasa mengonsumsi makanan dari rasa alami bahan utama maka penyedap rasa mungkin tidak terlalu diperlukan.

Jika mengolah makanan ada banyak pilihan dari merebus, membakar, menggoreng, tentu menghasilkan taste yang berbeda. Makanan hewani lebih bercita rasa / lebih kuat rasanya ketika diolah dengan cara digoreng atau dibakar, kembali kepada soal rasa, kebiasaan dan motivasi untuk sehat. Pilihan ada di tangan anda. Sesekali tentu boleh saja menikmati makanan dengan cita rasa berbeda, dikombinasikan dengan pengolahan yang lebih baik untuk kesehatan seperti merebus, tim dan kukus maka selera makan dijamin tak bakal hilang.

Diolah ketika dimakan jauh lebih bermanfaat ketimbang makanan yang cepat dalam penyajiannya. Lebih segar lebih fresh dengan kandungan gizi yang masih tinggi. Repot sedikit tapi lebih banyak nilai plusnya ya...

Jangan lupa air dan air dalam setiap hari air putih janganlah digantikan dengan minuman lain. Ginjal pun akan merana jika kekurangan air.

Dimulai dari sekarang untuk sehat, mari lakukan perubahan.

sendi

Jumlah posting : 915
Points : 2622
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik