Latest topics
» Jika ideal sulit, mari sehat mendekati ideal
Thu Sep 20, 2018 4:35 pm by sendi

» Asam lambung, makanan dan Jeli Gamat
Tue Sep 18, 2018 3:39 pm by sendi

» Makanan sahabat jantung & cara pengolahannya
Mon Sep 17, 2018 4:51 pm by sendi

» Diet Keto Aman dengan Gamat dan Spirulina
Fri Sep 14, 2018 9:45 am by opterone

» Gamat & Spirulina Makanan Cerdas Menutrisi dan Mengobati
Fri Sep 14, 2018 9:37 am by opterone

» Makanan pencegah pikun
Thu Sep 13, 2018 3:10 pm by sendi

» Parkinson dan Jeli Gamat Luxor
Mon Sep 10, 2018 2:00 pm by opterone

» Pencernaan Bermasalah Pada Penderita Diabetes
Mon Sep 10, 2018 1:49 pm by opterone

» Makan larut malam bagi penderita DM bolehkah ?
Thu Sep 06, 2018 6:05 pm by sendi

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Yang sehat, yang seperti apa ?

Go down

Yang sehat, yang seperti apa ?

Post  sendi on Wed Apr 18, 2018 10:35 pm

Jenis makanan tertentu sering dianggap sebagai makanan tidak sehat. Sebagai biang keladi dari masalah kesehatan. Sedangkan makanan lain dianggap sebagai makanan yang bersahabat. Benarkah demikian? atau justru makanan yang selama ini dimakan dan dianggap sehat malah bisa jadi sebagai salah satu makanan yang kurang sehat? Pilah pilih makanan pernah dibahas dalam forum ini tapi tak ada salahnya kembali diangkat lagi sebagai penyegaran bukan?

Dari berbagai sumber berikut yang termasuk dalam kategori makanan sehat dengan alasan dampaknya terhadap kesehatan tentunya yaitu sebagai berikut :

Masih ingat 4 sehat 5 sempurna? Yang sekarang dikenal dengan pedoman umum gizi seimbang ? adalah makanan yang disarankan dikonsumsi dalam kandungan gizi yang seimbang artinya tidak condong kepada zat gizi tertentu misal tinggi lemak tapi miskin serat. Atau tinggi karbo tapi rendah vitamin.

Garam atau penyedap rasa memang akan membuat makanan menjadi lebih kuat rasanya. Namun membatasi konsumsi garam dan gula juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan. Apalagi bagi mereka yang beresiko hipertensi dan riwayat diabetes. Mengurangi gula bisa dimulai dari membuat minuman buah / jus tanpa gula karena dapat mengandalkan rasa manis atau sudah manis alami dari gula buah. Mengurangi garam dilakukan bertahap misal dari mengurangi konsumsi makanan cemilan yang biasanya tinggi garam. Perihal penyedap rasa yang mungkin masih digunakan, penyedap makanan sepertinya lebih kepada kebiasaan jika telah terbiasa mengonsumsi makanan dari rasa alami bahan utama maka penyedap rasa mungkin tidak terlalu diperlukan.

Jika mengolah makanan ada banyak pilihan dari merebus, membakar, menggoreng, tentu menghasilkan taste yang berbeda. Makanan hewani lebih bercita rasa / lebih kuat rasanya ketika diolah dengan cara digoreng atau dibakar, kembali kepada soal rasa, kebiasaan dan motivasi untuk sehat. Pilihan ada di tangan anda. Sesekali tentu boleh saja menikmati makanan dengan cita rasa berbeda, dikombinasikan dengan pengolahan yang lebih baik untuk kesehatan seperti merebus, tim dan kukus maka selera makan dijamin tak bakal hilang.

Diolah ketika dimakan jauh lebih bermanfaat ketimbang makanan yang cepat dalam penyajiannya. Lebih segar lebih fresh dengan kandungan gizi yang masih tinggi. Repot sedikit tapi lebih banyak nilai plusnya ya...

Jangan lupa air dan air dalam setiap hari air putih janganlah digantikan dengan minuman lain. Ginjal pun akan merana jika kekurangan air.

Dimulai dari sekarang untuk sehat, mari lakukan perubahan.

sendi

Jumlah posting : 900
Points : 2577
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik