Latest topics
» Ibu selepas bersalin, perlu ini.
Yesterday at 1:33 pm by sendi

» Waspada! Karbohidrat Dapat Menyebabkan Kanker
Thu Jun 21, 2018 11:27 am by Opterone

» 4 Tips Turunkan Tensi Darah!
Thu Jun 21, 2018 11:21 am by Opterone

» ayo cek kesehatan setelah Lebaran
Mon Jun 18, 2018 2:58 pm by sendi

» Persiapkan Stamina di Arus Balik
Mon Jun 18, 2018 1:35 pm by sendi

» Jaga Kesehatan di Hari Raya
Mon Jun 18, 2018 1:10 pm by sendi

» Konsumsi Daging Berlebih? Waspada Risiko DM Tipe 2!
Tue Jun 12, 2018 3:18 pm by Opterone

» Wariskanlah Kesehatan Pada Keturunan Anda!
Tue Jun 12, 2018 3:15 pm by Opterone

» Waspada Osteoathritis Pada Wanita Hamil dan Pasca Melahirkan
Tue Jun 12, 2018 3:12 pm by Opterone

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Beda Indeks Glikemik dan Glikemik Load

Go down

Beda Indeks Glikemik dan Glikemik Load

Post  Opterone on Mon May 21, 2018 2:50 pm

Jangan makan nasi, Indeks glikemiknya tinggi loh!

Sudah familiar dengan indeks glikemik kan? Indeks glikemik adalah ukuran makanan yang digunakan untuk mengindikasi seberapa cepat karbohidrat yang anda makan dapat diubah menjadi glukosa sehingga menghasilkan energi. Contohnya adalah nasi yang memiliki  nilai indeks glikemik tinggi yaitu 89.

Namun ada satu indikator lagi yang seharusnya penting untuk diketahui penderita diabetes mellitus (DM) yaitu Glikemik Load atau beban glikemik. Beban glikemik adalah estimasi seberapa banyak jumlah makanan yang dikonsumsi akan menaikkan kadar glukosa darah. Untuk menghitung beban glikemik diperlukanlah  indeks glikemik. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu makanan memiliki beban glikemik jika nilainya sebesar 1-10termasuk kategori rendah, kategori sedang sebesar 11-19, dan tinggisebesar 20 atau lebih tinggi.

Untuk lebih memahami tentang beban glikemik anda dapat melihat contoh berikut


Misalnya setiap sekali makan anda menghabiskan 100 gram nasi. Per 100 gram nasi mengandung 28 gram karbohidrat dan mempunyai indeks glikemik sebesar 89, sehingga beban glikemik yang dimiliki nasi adalah 28x 89/100 = 24.9 yang dapat diklasifikasikan sebagai makanan yang memiliki beban glikemik tinggi serta memiliki indeks glikemik tinggi.

Kesimpulannya adalah setiap makan 100 gram nasi kecepatan melonjaknya kadar gula darah tinggi.


Beban glikemik dapat menjadi penentu kadar glukosa darah setelah makan. Seperti pada penelitian tahun 2011 dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition, yang menunjukkan beban glikemik dari satu jenis makanan atau beberapa makanan adalah prediktor yang lebih baik untuk kadar glukosa darah setelah makan daripada jumlah karbohidrat pada makanan tersebut.

Setelah anda mengetahui perbedaan indeks glikemik dan beban glikemik anda dapat menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari hari agar lebih selektif memilih makanan.  Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan lupa untuk menyediakan makanan fungsional yang tentunya bebas dari indeks glikemik dan beban glikemik,  serta membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita DM akibat makanan-makanan berindeks glikemik tinggi dan juga memiliki beban glikemik tinggi.

Jeli Gamat Luxor dan Spirulina Pacifica Luxor merupakan produk unggulan yang bebas dari beban glikemik dan glikemik indeks serta keduanya berfungsi dalam memperbaiki resistensi insulin dan memperbaiki sel pada beta pankreas sehingga insulin yang dihasilkan dapat bekerja secara optimal.
Ditulis Oleh,
Rosshela Dali
avatar
Opterone

Jumlah posting : 62
Points : 168
Reputation : 0
Registration date : 12.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik