Latest topics
» Mencari Anti-Aging yang Paling Ampuh? Coba Rangkaian Produk
Today at 4:21 pm by opterone

» Spirulina Pacifica si Kecil yang Bermanfaat Besar
Today at 4:16 pm by opterone

» Porsi makan , sudah cukupkah?
Fri Oct 12, 2018 3:46 pm by sendi

» Manfaat Vitamin B7 dalam Spirulina Pacifica
Thu Oct 11, 2018 11:09 am by opterone

» Manfaat Mineral Pada Jeli Gamat Luxor
Thu Oct 11, 2018 11:06 am by opterone

» Siap , sehat dan bahagia menghadapi masa pensiun
Tue Oct 09, 2018 4:29 pm by sendi

» Jika diet terlalu ketat
Fri Oct 05, 2018 4:24 pm by sendi

» Gemuk meski tak banyak makan , ini dia sebabnya
Tue Oct 02, 2018 4:47 pm by sendi

» Wanita dan hipertensi
Fri Sep 28, 2018 5:31 pm by sendi

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Konsumsi Daging Berlebih? Waspada Risiko DM Tipe 2!

Go down

Konsumsi Daging Berlebih? Waspada Risiko DM Tipe 2!

Post  opterone on Tue Jun 12, 2018 3:18 pm

Sudah bukan hal umum lagi jika daging yang dibakar dan dipanggang menyebabkan berkembangnya sel kanker. Anda juga pasti pernah mendengar makan banyak daging merah terutama daging yang telah melalui banyak proses pengolahan seperti nuget dan sosis, kemungkinan berhubungan dengan risiko beberapa macam kanker. Sekarang penelitian terbaru yang dikutip dari artikel pada website Harvard University yang berjudul How Meat Is Cooked May Affect Risk of Type 2 Diabetes menemukan teori baru yang menyatakan ada hubungan antara daging yang dimasak menggunakan proses pemanasan tinggi dengan diabetes mellitus (DM) tipe 2.

Daging merah atau makanan cepat saji berbahan daging memang sangat diminati oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Selain rasanya yang enak, kemudahan untuk mendapatkan, membuat beberapa orang lebih memilih untuk mengkonsumsinya. Dilema yang dialami penduduk di Indoensia, terutama di daerah ibu kota adalah tingginya angka konsumsi daging dan olahan daging tanpa disertai dengan asupan buah dan sayur sebagai penetralisir buruknya pola konsumsi tersebut. Alhasil banyak penyakit degeneratif yang timbul akibat dari pola tersebut, salah satunya DM tipe 2.

Namun anda tidak perlu kahwatir, anda hanya perlu menyiapkan makanan fungsional jika memang tidak dapat merubah pola makan tersebut. Mengapa demikian? Makanan fungsional seperti Jeli Gamat Luxor memiliki kandungan protein yang terbuat dari ekstrak teripang, anda memakan daging sebagai sumber protein bukan? Berarti kebutuhan protein anda dibantu terpenuhi dengan adanya Jeli Gamat Luxor. Selain itu Jeli Gamat berfungsi sebagai pengontrol kadar gula darah karena Jeli Gamat memeiliki zat aktif Cell Growth Factor dan kolagen.

Bagi anda yang takut dengan sel kanker karena terlalu banyak mengkonsumsi daging anda juga bisa mengambil manfaat dari Spirulina Pacifica yang tinggi antioksidan. Anda tidak perlu khawatir dengan sel kanker karena ada SOD yang mampu menetralkannya. Jadi terlepas dari pola makan yang buruk anda telah memilih jalan yang baik dengan mengkonsumsi makanan fungsional sebagai penetral pola makan anda.

Ditulis Oleh,
Rosshela Dali

opterone

Jumlah posting : 86
Points : 242
Reputation : 0
Registration date : 12.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik