Latest topics
» Jangan abaikan keluhan tubuh
Tue Jan 09, 2018 3:43 pm by sendi

» Waspada Kolesterol
Mon Jan 08, 2018 5:06 pm by sendi

» Tahun baru dan diabetes
Tue Jan 02, 2018 9:25 pm by sendi

» batas aman gula dan garam
Sat Dec 23, 2017 12:03 pm by sendi

» Untuk DM dan hipertensi, jaga kesehatan di akhir tahun
Thu Dec 21, 2017 4:32 pm by sendi

» Yuk buat resolusi sehat 2018
Tue Dec 19, 2017 5:45 pm by sendi

» yang hitam jangan dimakan
Wed Dec 13, 2017 5:31 pm by sendi

» Selain Kalsium, Vitamin ini Juga Penting untuk Osteoporosis
Mon Dec 11, 2017 11:13 am by Opterone

» Jika terlambat makan ini resikonya
Wed Dec 06, 2017 3:44 pm by sendi

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Sindrom Stevens-Johnson

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sindrom Stevens-Johnson

Post  Firman on Wed Feb 12, 2014 3:23 pm

Stevens-Johnson syndrome (SJS) atau sindrom Stevens-Johnson dan toxic epidermal necrolysis]atau nekrolisis epidermal toksik adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. Sindrom tersebut mengancam kondisi kulit yang mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga epidermis (Epidermis rnerupakan jaringan paling luar vang menutupi permukaan organ ) mengelupas/memisahkan diri dari dermis ( lapisan tengah kulit) . Sindrom ini dianggap sebagai hipersensitivitas kompleks yang memengaruhi kulit dan selaput lendir.

Stevens-Johnson Syndrome paling banyak dipicu oleh penggunaan obat, meski pada sebagian orang bisa juga dipicu oleh infeksi kuman tertentu. Namun kadang-kadang, penyebab pastinya tidak selalu bisa dipastikan sehingga sulit untuk dicegah.

Sindrom ini diawali dengan gejala mirip flu seperti demam dan radang tenggorokan, diikuti ruam merah atau keunguan di kulit yang terasa sakit dan menyebar atau bahkan melepuh. Dalam berbagai kasus, sel-sel di lapisan kulit terluar akan mati sehingga kulitnya seperti mengelupas.

Penyakit ini menyerang selaput lendir,  meliputi selaput bening mata,  bibir bagian dalam dan rongga mulut, genital dan anus. Adapun gejala-gejala awalnya bisa mirip dengan flu, seperti demam,  gangguan saat menelan,  pegal-pegal atau nyeri di tubuh, sakit kepala, dan sesak napas, hanya saja ada tanda kemerahan atau ruam merah pada kulit,  munculnya  bintil berisi air (seperti cacar) yang terasa sakit bahkan hingga menyebabkan kulit  mengelupas dan melepuh. Pada perkembangannya biasanya penderita sampai tidak bisa membuka mata dan mulutnya karena terjadinya gangguang atau infeksi di selaput lendir, selain itu di beberapa kasus juga bisa mengakibatkan penderita susah buang air kecil dan fesesnya berwarna hitam.

Jenis obat-obatan yang paling sering memicu Stevens-Johnson Syndrome antara lain adalah sebagai berikut :

1. Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol.
2. Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri.
3. Antibiotik, khususnya Penicillin.
4. Antikejang, biasanya dipakai oleh pengidap epilepsi.

Sementara itu, infeksi kuman yang bisa memicunya antara lain sebagai berikut :

1. Herpes (herpes simplex maupun herpes zoster).
2. Influenza.
3. HIV.
4. Diphtheria.
5. Typhoid.
6. Hepatitis

Dalam kasus tertentu, Stevens-Johnson Syndrome juga bisa dipicu oleh rangsang fisik seperti radiaoterapi dan sinar ultraviolet.

Pertolongan pertama untuk mengatasi alergi obat pada Stevens-Johnson Syndrome adalah menghentikan konsumsi obat yang memicu alergi. Selanjutnya adalah memberikan obat antialergi (antihistamin) untuk meredakan gejala, atau kortikosteroid jika gejalanya cukup parah.

Terapi penunjang yang diberikan di rumah sakit meliputi rehidrasi atau penggantian cairan tubuh yang hilang dengan menggunakan infus. Jika terjadi luka, lapisan kulit mati harus dibersihkan kemudian lukanya ditutup dengan perban supaya tidak terjadi infeksi.

Firman

Jumlah posting : 123
Points : 367
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik