Latest topics
» Testimonial dan radang tenggorokan
Tue Apr 25, 2017 7:26 pm by sendi

» Jual Obat kuat Anaboic RX24 obat pembesar penis pin 2b3d7975
Sun Apr 16, 2017 8:26 pm by mugiolarez

» Jual Obat kuat Anaboic RX24 obat pembesar penis pin 2b3d7975
Sun Apr 16, 2017 8:25 pm by mugiolarez

» Jual Obat kuat Anaboic RX24 obat pembesar penis pin 2b3d7975
Sun Apr 16, 2017 8:25 pm by mugiolarez

» Cegah ISPA
Fri Apr 07, 2017 6:11 pm by sendi

» Vit C dan Kepadatan Tulang
Fri Apr 07, 2017 2:49 pm by Firman

» KOlagen dan masker Jeli Gamat
Tue Apr 04, 2017 4:44 pm by sendi

» Makan tepat waktu, apakah ada gunanya ?
Tue Apr 04, 2017 4:33 pm by sendi

» Ini manfaat Mengunyah Makanan Pelan-pelan
Tue Apr 04, 2017 10:47 am by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Lagi-lagi resiko Obesitas

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Lagi-lagi resiko Obesitas

Post  sendi on Wed Aug 27, 2014 7:21 am

Info terbaru mengenai hubungan antara berat badan dan gangguan kesehatan dilansir jurnal The Lancet yang mengungkap bahwa obesitas dan kelebihan berat badan juga berkaitan dengan munculnya 10 jenis kanker. Dalam penelitian berskala besar yang melibatkan lima juta orang Inggris ini juga diketahui bahwa obesitas berkaitan dengan munculnya 12.000 kasus kanker setiap tahun di Inggris. Peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Farr Institute of Health Informatics memperkirakan bahwa 12.000 kasus kanker berkaitan dengan kelebihan berat badan dan BMI yang terlalu tinggi.

"Jumlah orang yang kelebihan berat badan dan mengalami obesitas semakin lama semakin bertambah, baik di Inggris maupun di dunia. Seringkali ini dikaitkan dengan diabetes atau penyakit kardiovaskular. Penelitian kami menunjukkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, lebih banyaknya tingkat obesitas juga bisa memicu munculnya lebih banyak kasus kanker," ungkap ketua peneliti Dr Krishnan Bhaskaran, seperti dilansir oleh Science Daily (14/08).

Hasil ini ditemukan oleh peneliti setelah menggunakan dara dari Clinical Practice Research Datalink (CPRD). Mereka mengidentifikasi 5,42 juta partisipan berusia 16 tahun ke atas yang tidak memiliki kanker. Peneliti kemudian mengikuti partisipan selama tujuh tahun. Mereka kemudian membandingkan risiko terkena kanker dengan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, Body Mass Index (BMI) , kebiasaan merokok, dan status ekonomi.

Sekitar 166.955 orang terkena satu dari 22 jenis kanker paling umum selama masa penelitian. Diketahui bahwa meningkatnya BMI 5 kg/m akan meningkatkan beberapa jenis kanker antara lain kanker rahim (62 %), kandung kemih (31 persen), ginjal (25 %), serviks (10 %), kanker tiroid (9 %), dan leukemia (7 %). ( dari berbagai sumber )

BMI yang cukup tinggi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko terkena kanker lever (19 persen), kanker usus besar (10 persen), kanker ovarium (9 persen), dan kanker payudara (5 persen). Namun risiko ini masih bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia dan menopause.

Tentunya dengan demikian menjaga berat badan jelas lebih menguntungkan dibanding menuai resiko akibat kelebihan berat yang mengancam jiwa. Obesitas dapat dicegah terutama pada anak-anak dengan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi. Obesitas pada orang dewasa yang telah terjadi diperlukan komitmen yang kuat untuk menurunkan berat badan dengan tujuan kesehatan yang lebih baik.

sendi

Jumlah posting : 787
Points : 2236
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik