Latest topics
» Kromium kendalikan Kolesterol
Thu Jan 19, 2017 5:56 pm by Firman

» Pentingnya Glukosamin Si Pelumas Sendi
Tue Jan 17, 2017 4:48 pm by Firman

» Manfaat Polisakarida dalam Spirulina Pacifica
Sat Jan 14, 2017 12:11 pm by Firman

» Vitamin C atau Asam Askorbat
Fri Jan 13, 2017 5:24 pm by Firman

» Meringankan Asma dengan Omega 3
Thu Dec 22, 2016 4:01 pm by Firman

» Tips Memilih Suplemen Minyak Ikan yang Berkualitas
Thu Dec 15, 2016 11:46 am by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 2)
Wed Dec 07, 2016 2:14 pm by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Fri Dec 02, 2016 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Selenium dan Manfaat nya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Selenium dan Manfaat nya

Post  Firman on Thu Oct 01, 2015 2:37 pm

Zat gizi (nutrisi) di dalam makanan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar, yaitu nutrisi makro (macronutrition) dan nutrisi mikro (micronutrition). Karbohidrat, lemak dan protein termasuk ke dalam kelompok nutrisi makro karena memiliki kandungan kalori sebagai sumber energi dalam jumlah besar, sedangkan mineral dan vitamin termasuk ke dalam kelompok nutrisi mikro, yang sedikit atau bahkan tidak memiliki kandungan kalori. Meskipun nutrisi mikro dibutuhkan hanya dalam jumlah sedikit, namun keberadaannya dalam tubuh mutlak diperlukan karena nutrisi mikro berperan dalam berbagai proses fisiologis tubuh, seperti menjadi kofaktor dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh atau menjadi antioksidan.

Bila dibandingkan dengan mineral lain seperti zat besi (Fe) ataupun kalsium (Ca), nama selenium (Se) relatif kurang dikenal oleh masyarakat. Selenium merupakan mineral yang banyak dijumpai di dalam tanah. Di dalam tubuh kita sendiri selenium termasuk nutrisi yang esensial dan hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, yaitu maksimal 55 mikrogram per hari menurut rekomendasi Food and Nutrition Board Institute of Medicine of the National Academic United States.

Selenium merupakan elemen esensial yang penting bagi kesehatan manusia. Sumber makanan utama selenium adalah daging, unggas, produk susu, roti, sereal dan ikan. Yang direkomendasikan asupan harian selenium adalah 40 mg untuk wanita dan 50 mg untuk pria. Perkiraan asupan harian yang sebenarnya di dianggap cukup, tetapi tidak dapat dikesampingkan bahwa sekitar 10% dari penduduk dapat mengambil manfaat dari suplementasi selenium.. Tingkat ditoleransi atas asupan selenium diatur ke 400 ug per hari di Amerika Serikat  dan 300 μg per hari di Uni Eropa.

Kelenjar tiroid memilikii  konsentrasi tertinggi selenium  per satuan berat di antara semua jaringan. Selenium dimasukkan ke enzim kunci yang terlibat dalam beberapa jalur metabolik. Keluarga selenoprotein utama adalah peroksidase glutation, para reductases thioredoxin dan deiodinases iodothyronine.

Selenium berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Selenium juga membantu kelenjar tiroid untuk mengatur hormon-hormon dalam tubuh. Tubuh membutuhkan 0,055 mg selenium setiap hari yang terdapat dalam kacang brazil, tuna, mie atau nasi, keju dan telur.

Kandungan spirulina

Spirulina dapat dikatakan sebagai sumber makanan yang paling baik, karena memiliki kandungan nutrisi makro dan mikro yang paling lengkap dibandingkan makanan lainnya.  Spirulina memiliki kandungan nutrisi mikro yang sangat berkhasiat seperti zeaxanthin, beta-karoten, phycocyanin, yang merupakan tiga kandungan spirulina yang utama. Ketiga senyawa utama ini memiliki peran sebagai antioksidan, yang berfungsi untuk meningkatkan sistem sistem kekebalan tubuh dari serangan penyakit luar, salah satunya adalah untuk menangkal radikal bebas.  Penemuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bob Capelli, seorang profesional sekaligus petinggi Cyanotech (Perusahaan produsen spirulina paling besar di dunia).

Kandungan spirulina lainnya adalah vitamin B1 atau Thiamin, vitamin B2 atau Riboflavin, vitamin B3, vitamin B12.  Masing-masing vitamin tersebut juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sebagai contoh: vitamin B12 berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah, perbaikan sistem saraf dan pembentukan sumsum tulang.  Selain vitamin-vitamin tersebut, spirulina juga memiliki kandungan nutrisi seperti di bawah ini:
• Protein
• Lemak
• Karbohidrat
• Air
• Mineral
• Gamma Linoleic Acid (asam lemak yang biasa ditemukan pada ASI)
• Kalsium, kalium, natrium, phosphor, magnesium, zat besi, zinc, selenium, dan mangan
• Asam folat dan asam pantotenat

Firman

Jumlah posting : 109
Points : 325
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik