Latest topics
» khasiat pills mens vip
Thu Oct 19, 2017 7:49 am by varisha

» trend hidup sehat masa kini
Tue Oct 03, 2017 2:28 pm by sendi

» Solusi Bagi Anda yang Susah Tidur dan Sering Insomnia
Tue Oct 03, 2017 9:23 am by Opterone

» Antioksidan betakaroten
Tue Sep 26, 2017 4:43 pm by sendi

» Gangguan Pendengaran Mulai Datang? Ini Solusinya!
Tue Sep 26, 2017 3:06 pm by Opterone

» pilih yang sehat dalam jamuan makan
Fri Sep 22, 2017 4:50 pm by sendi

» Solusi Bagi Anda yang Tidak Menyukai Sayuran Cruciferous
Fri Sep 22, 2017 9:08 am by Opterone

» Dampak Stress bagi Kesehatan
Wed Sep 20, 2017 4:30 pm by sendi

» Ingin Menjadi Vegan yg Sehat? Jangan Lupa Spirulina Pacifia
Mon Sep 18, 2017 2:07 pm by Opterone

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


sakit, adakah musimnya ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

sakit, adakah musimnya ?

Post  sendi on Thu Feb 09, 2017 4:21 pm

Beberapa minggu terakhir wilayah Ibukota dan daerah penunjang sekitarnya terus dilanda hujan. Dari pagi hingga sore atau dari malam hingga pagi, istilahnya adalah hujannya awet. Ya saat ini musim memang agak susah ditebak dikira panas yang terjadi hujan atau sebaliknya, tapi yang bisa ditebak adalah munculnya penyakit di musim hujan. Berbeda dengan buah yang ada musimnya , sakit sebetulnya tidak ada musimnya hanya saja cuaca atau lingkungan tertentu akan memicu munculnya kejadian sakit di suatu daerah tertentu.

Berikut ini adalah penyakit yang perlu diwaspadai kerap muncul di musim hujan :
1. Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Kotoran dan air kencing tikus akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

2. Diare
Penyakit diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar

3. ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat/ mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain-lain. Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.

4. Penyakit kulit
Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan infeksi kulit.





5. Penyakit saluran cerna

Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.


6. Penyakit kronik

Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.


7. Demam berdarah
Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

“Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
Meski sakit tak bisa ditolak, tapi daya tahan tubuh bisa diperkuat dengan mengonsumsi makanan sehat. Selain itu suplemen berupa makanan kesehatan ada baiknya dikonsumsi untuk menunjang daya tahan tubuh yang lebih baik. Luxor menyediakan Spirulina Pacifica , Jeli gamat, Extar C dan Vitlauxor Plus. Konsumsi dalam jumlah cukup setiap hari akan mendukung aktifitas harian anda terlebih di musim yang kurang bersahabat seperti sekarang ini.

sendi

Jumlah posting : 815
Points : 2322
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik