Latest topics
» Gamat Gel dan P3 K Ibu
Mon Feb 20, 2017 6:28 pm by sendi

» Kembali lagi soal kolesterol
Thu Feb 16, 2017 4:40 pm by sendi

» Macam Macam Mineral dan Fungsinya bagi Kesehatan Tubuh
Thu Feb 16, 2017 4:16 pm by Firman

» Mengapa kita butuh serat ?
Tue Feb 14, 2017 4:47 pm by Firman

» Waspadai Mikroba ini ada dalam air minum
Fri Feb 10, 2017 2:57 pm by Firman

» sakit, adakah musimnya ?
Thu Feb 09, 2017 4:21 pm by sendi

» Selain Daging, Makanan Ini Juga Efektif Tangkal Anemia
Thu Feb 09, 2017 4:05 pm by Firman

» Obat Bius Tripofol cair sekali kena Pingsan Pin bb 2b4ade41
Wed Feb 08, 2017 8:29 am by komplit

» Klinik Obat Aborsi Kota Jakarta 089631788996 BBM: 5D5DDE60
Wed Feb 08, 2017 8:28 am by komplit

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Waspadai Mikroba ini ada dalam air minum

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Waspadai Mikroba ini ada dalam air minum

Post  Firman on Fri Feb 10, 2017 2:57 pm

Manusia mau tak mau harus hidup berdampingan dengan beragam mikroorgnisme, baik yang kasat mata ataupun yang tidak. Semua jenis air mengandung bakteri dan protozoa sampai batas tertentu. Sebagian besar dari mereka mungkin tidak terlalu berbahaya, namun beberapa bisa sangat berbahaya bagi kesehatan Anda, terutama jika air tersebut telah terinfeksi dan tercemar limbah kimia. Berikut adalah tujuh mikroorgnisme yang biasa ditemukan di air, termasuk air minum.

1. Salmonella Enterica

Salmonella yaitu satu genus bakteri yang disebut penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. bakteri biasanya ditularkan ke manusia melewati mengonsumsi makanan yang terkontaminasi yang datang dari hewan, terlebih daging, unggas, telur serta susu.

2. Chaetomium sp

Chaetomium sp. spora tidak terlampau beresiko, walau didalam sebagian masalah mereka bisa mengakibatkan infeksi yang dikenal sebagai phaeohyphomycosis. mereka juga bisa menyebabkan bahaya untuk orang yang alergi pada spora, serta apalagi yang umumnya cuma berlangsung dengan tuturan kritis.

3. Legionella Pneumophila

Legionella pneumophila terhitung bakteri gram negatif, berupa batang, tidak meragi d-glukosa, tidak mereduksi nitrat jadi nitrit. koloni bakteri ini hidup subur melekat di pipa-pipa karet serta plastik yang berlumut serta tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 26 mg/l. legionella bisa hidup pada suhu pada 5, 7c 63c serta hidup subur pada suhu 30c 45c.

4. Naegleria fowleri

Negleria fowleri dikenal dengan cii-ciriistik yang dimaksud amebaflagellata, yakni mempunyai bentuk ameboiddan flagellata didalam hidupnya. siklus hidupnya terdiri atas stadium trophozoit ( ameboid serta flagellata ) yang motile serta bentuk kista yang non-motile serta resisten. trophozoit bentuk ameboid yaitu bentuk hanya satu yang didapati pada manusia.

5. Rhizopus stolonifer

Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat.
Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor).

6. E. Coli
Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bakteriologis yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH.

Theodor V.E berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Ia juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

7. Copepods

Copepoda adalah grup crustacea kecil yang dapat ditemui di laut dan hampir di semua habitat air tawar dan mereka membentuk sumber terbesar protein di samudra. Banyak spesies adalah plankton, tetapi banyak juga spesies benthos dan beberapa spesies kontinental dapat hidup di habitat limno-terestrial dan lainnya di tempat terestrial basah, seperti rawa-rawa.

8. Rotifers

Rotifers adalah hewan mikroskopis dari divisi Rotifera. Rotifers dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan air tawar. Rotifers juga sering ditemui pada mosses dan lichens yang tumbuh pada batang pohon dan batu.

9. Anabaena sp

Anabaena adalah genus cyanobakteria filamentous atau ganggang hijau-biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena diketahui berperan dalam menfiksasi nitrogen, dan Anabaena membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti pakupakuan.

Terdapat satu dari 4 genera dari cyanobacteria yang menghasilkan neurotoxin,yang membahayakan margasatwa lokal seperti halnya hewan ternak dan hewan peliharaan. Spesies tertentu dari Anabaena telah digunakan dalam penanaman padi sawah, serta sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.

10. Cryptosporidium

Cryptosporidium adalah protozoa patogen dari divisi Apicomplexa dan menyebabkan penyakit diare yang disebut cryptosporidiosis. Jenis Apicomplexan patogen lainnya yaitu parasit Plasmodium (malaria) dan Toxoplasma (toksoplasmosis).

Vektor ini mampu menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu inang, sehingga kistanya dikeluarkan bersamaan dengan kotoran dan mampu menular ke inang baru.


Firman

Jumlah posting : 115
Points : 343
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik