Latest topics
» pilih yang sehat dalam jamuan makan
Fri Sep 22, 2017 4:50 pm by sendi

» Solusi Bagi Anda yang Tidak Menyukai Sayuran Cruciferous
Fri Sep 22, 2017 9:08 am by Opterone

» Dampak Stress bagi Kesehatan
Wed Sep 20, 2017 4:30 pm by sendi

» Ingin Menjadi Vegan yg Sehat? Jangan Lupa Spirulina Pacifia
Mon Sep 18, 2017 2:07 pm by Opterone

» Kurus atau gemuk bisa beresiko
Fri Sep 15, 2017 3:43 pm by sendi

» Zat Gizi Penting Untuk Kecerdasan Emosi Anak
Wed Sep 13, 2017 10:19 am by Opterone

» Batasi manisnya konsumsi gula
Tue Sep 12, 2017 8:51 pm by sendi

» Hati-hati Pola Makan Anda Meningkatkan Resiko Kanker Kolon!
Tue Sep 12, 2017 9:37 am by Opterone

» Yang perlu diketahui wanita saat Haid
Fri Sep 08, 2017 5:33 pm by sendi

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Yang terbaik untuk lansia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Yang terbaik untuk lansia

Post  sendi on Mon Sep 04, 2017 5:16 pm

Menjadi tua adalah sesuatu yang pasti, dibalik usia yang bertambah tentu merupakan sebuah rahmat hingga mencapai usia tertentu yang belum tentu dapat dicapai oleh yang lainnya. Menjadi tua adalah proses alami yang waktunya terus berjalan setiap saat. Siapkah menghadapi hari tua ? Berbicara soal kesiapan tentu beragam jawabannya. Siap secara fisik dan mental adalah yang ideal .
Menurut WHO, batasan usia lansia meliputi:
Usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun
Lanjut usia (elderly), antara 60 sampai 74 tahun
Lanjut usia tua (old), antara 75 sampai 90 tahun
Usia sangat tua (very old), diatas 90 tahun
Salah satu yang perlu mendapat perhatian di kala usia semakin menanjak adalah soal gizi lansia. Ya , tak ubahnya seorang bayi yang memerlukan perhatian penuh untuk kecukupan gizinya, lansia pun perlu diperhatikan.
Berikut ini adalah perubahan pada lansia yang dapat mempengaruhi status gizi antara lain:
Massa otot akan berkurang dan massa lemak bertambah, mengakibatkan jumlah cairan tubuh yang berkurang, sehingga kulit terlihat mengerut dan kering, wajah keriput serta muncul garis-garis halus. Oleh karena itu lansia seringkali terlihat kurus.
Penurunan indera penglihatan yang seringkali dihubungkan dengan kekurangan vitamin A, vitamin C, dan asam folat. Juga terjadi gangguan pada indera pengecap yang berhubungan dengan kekurangan kadar Zinc yang menyebabkan menurunnya nafsu makan..
Pada umumnya gigi sudah banyak yang tanggal dan mengakibatkan gangguan pada fungsi mengunyah yang dapat berdampak pada kurangnya asupan gizi pada usia lanjut.
Menurunnya mobilitas usus, menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, nyeri, serta susah BAB yang dapat menyebabkan wasir.
Kemampuan motorik menurun, selain menyebabkan menjadi lamban, kurang aktif dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi sel otak, yang menyebabkan penurunan daya ingat.
Akibat proses menua, kapasitas ginjal untuk melakukan fungsinya juga menurun, sehingga dapat menyebabkan pengenceran natrium yang menimbulkan rasa lelah.

Kebutuhan Gizi Lansia
beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya asam lemak omega 3 (dapat diperoleh dari minyak ikan), perbanyak air putih, perhatikan konsumsi garam, perhatikan asupan vitamin D dan kalsium.

Kalori
. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 30% lemak dan sisanya karbohidrat.
Protein
Beberapa penelitian merekomendasikan kebutuhan protein lansia ditingkatkan 12-14% dari kebutuhan untuk orang dewasa.
Lemak
Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak yang terlalu tinggi (lebih dari 40%) dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.
Karbohidrat dan Serat
Lansia tetap dianjurkan mengonsumsi serat. Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.
Vitamin dan Mineral
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya lansia kurang mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E. Kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
Selain itu, beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:

Perhatikan asupan garam setiap harinya
Bagi mereka yang menderita hipertensi sehingga penting untuk memperhatikan asupan garam harian dan membatasi makanan yang asin.
Perbanyak asupan vitamin D dan kalsium
. Kalsium dan vitamin D menjadi kebutuhan harian tertinggi pada wanita menopause dan laki-laki lanjut usia, yaitu 1500 mg kalsium dan 400-800 IU vitamin D. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dari matahari meningkatkan sintesis vitamin D3 (cholecalciferol) dalam kulit. Hal ini terjadi dalam waktu 15 menit setelah terpapar dari sinar matahari. Vitamin D juga dapat ditemukan dalam beberapa sumber makanan, termasuk susu, kuning telur, ikan laut, dan hati

Bagaimana apakah sudah cukup perhatian dan gizi bagi lansia terdekat dalam keluarga ? Jika belum sekarang waktunya untuk memperhatikan kecukupan gizi lansia. Luxor dapat menyediakannya dalam Jeli gamat, Spirulina Pacifica dan Vitaluxor Plus yang mengandung omega 3. Spirulina Pacifia mengandung betakaroten, asam amino esensial, asam lemak esensial dan mineral lain yang diperlukan oleh tubuh. Dalam jeli Gamat terdapat Chondrotitin dan Glukosamin untuk mengatasi masalah persendian. Jadi paduan lengkap sudah tersedia di Luxor. Berikan dalam jumlah yang cukup untuk Spirulina 2x5 tab / hari, Jeli gamat 2x3 sendok makan per hari dan Vitaluxor Plus 1 softgel per hari.

sendi

Jumlah posting : 813
Points : 2316
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik