Latest topics
» Kromium kendalikan Kolesterol
Yesterday at 5:56 pm by Firman

» Pentingnya Glukosamin Si Pelumas Sendi
Tue Jan 17, 2017 4:48 pm by Firman

» Manfaat Polisakarida dalam Spirulina Pacifica
Sat Jan 14, 2017 12:11 pm by Firman

» Vitamin C atau Asam Askorbat
Fri Jan 13, 2017 5:24 pm by Firman

» Meringankan Asma dengan Omega 3
Thu Dec 22, 2016 4:01 pm by Firman

» Tips Memilih Suplemen Minyak Ikan yang Berkualitas
Thu Dec 15, 2016 11:46 am by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 2)
Wed Dec 07, 2016 2:14 pm by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Fri Dec 02, 2016 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Pacu IQ selagi dalam kandungan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pacu IQ selagi dalam kandungan

Post  sendi on Thu Sep 04, 2014 6:44 pm

Genetika bukanlah satu-satunya faktor penentu kecerdasan bagia anak yang diturunkan dari orangtuanya. Faktor lingkungan dalam banyak hal justru memberi peran yang besar dalam membentruk kecerdasan anak. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan antara lain seperti stimulus dari orang tua termasuk di dalamnya nutrisi untuk anak. Dan pembentukan IQ anak sebaiknya mulai diperhatikan sejak dalam kandungan dan dioptimalkan ketika anak lahir hingga usia emasnya yaitu 0-3 tahun. Tentu saja bukan berarti diatas 3 tahun stimulus tak diberikan, tetap diberikan namun golden periode otak tumbuh dengan pesat saat anak di usia batita.

Ibu yang kehamilannya sehat diharapkan dapat melahirkan normal pada usia kandungan yang cukup karena ternyata bobot lahir bayi juga mempengaruhi IQ . Pada masa kehamilan terjadi proses pertumbuhan otak secara proliteratif yaitu jumlah sel bertambah dimana pembelahan sel sangat cepat jika ibu kurang asupan gizi pada masa ini maka jumlah sel otak menjadi tidak optimal. Sejumlah penelitan mengatakan bahwa bayi yang kekurangan kalori protein memiliki bobot otak 15-20% lebih ringan dibandingkan dengan bayi normal. Dan defisitnya bahkan bisa mencapai 40% bila kurang kalori protein berlangsung sejak janjin, dampaknya kelak ketika lahir akan menurunkan point IQ , dan kemampuan abstraktif, verbal dan kemampuan mengingat menjadi lebih rendah
Ayo persiapkan generasi cerdas sejak dalam kandungan dengan terpenuhinya semua zat gizi yang diperlukan, vitamin, mineral, karbohidrat,protein dan asam lemak esensial.
Bersambung....

sendi

Jumlah posting : 772
Points : 2191
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik