Latest topics
» Konsumsi Daging Berlebih? Waspada Risiko DM Tipe 2!
Tue Jun 12, 2018 3:18 pm by Opterone

» Wariskanlah Kesehatan Pada Keturunan Anda!
Tue Jun 12, 2018 3:15 pm by Opterone

» Waspada Osteoathritis Pada Wanita Hamil dan Pasca Melahirkan
Tue Jun 12, 2018 3:12 pm by Opterone

» Tak ada kembung saat puasa
Thu Jun 07, 2018 9:43 pm by sendi

» Daya tahan tubuh meningkat selama puasa
Tue Jun 05, 2018 11:54 am by sendi

» Benarkah Fast Food Berpengaruh Pada Kehamilan?
Mon Jun 04, 2018 2:00 pm by Opterone

» Sudah Sehatkah Pola Makan Keluarga Anda?
Mon Jun 04, 2018 1:56 pm by Opterone

» Flu saat Puasa
Sat Jun 02, 2018 2:49 pm by sendi

» Makan gorengan berapa banyak boleh dimakan ?
Thu May 31, 2018 2:24 pm by sendi

Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Zat Gizi Penting untuk Tingkatkan Kecerdasan Bayi BBLR

Go down

Zat Gizi Penting untuk Tingkatkan Kecerdasan Bayi BBLR

Post  Opterone on Tue Nov 21, 2017 10:16 am

Kelahiran seorang anak adalah hal yang paling dinantikan oleh semua orang tua. Terlebih lagi jika anda adalah orang tua yang menantikan kelahiran anak pertama, pasti anda menginginkan agar sang buah hati lahir dalam kondisi normal dan sehat. Namun, taukah anda bahwa kelahiran bayi bisa dikatakan normal jika berat lahirnya diatas 2500 gram. Sedangkan bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram dikenal dengan istilah BBLR atau Bayi Berat Lahir Rendah. BBLR dapat disebabkan karena kelahiran yang prematur, selama kehamilan sang ibu tidak mendapatkan nutrisi yang mencukupi, atau ketika hamil sang ibu menderita KEK (Kurang Energi Kronik) sehingga berdampak pada pertumbuhan janin.

Dampak yang terjadi akibat BBLR adalah gangguan tumbuh kembang, menurunnya sistem imunitas sehingga lebih rentan terkena penyakit dan menurunnya tingkat kognitifitas, perhatian dan fungsi motorik.

Dibanyak kasus, BBLR akan meningkatkan risiko kekurangan zat besi yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan fungsi otak. Penelitian yang dilakukan oleh Staffan Berglund dari Universitas Umea di Sweden dan dipublikasikan oleh Jurnal Pedriatic, menunjukan bahwa pemberian zat besi pada bayi BBLR, dapat mencegah terjadinya masalah tingkah laku buruk anak serta tingkat kecerdasan di sekolah. Penambahan zat besi pada bayi BBLR ketika berusia 6 minggu sampai dengan 6 bulan dapat menurunkan tingkat keagresifan dan kenakalan ketika anak berusia 7 tahun

Sumber zat besi pada makanan yang paling tinggi ada di daging, kacang-kacangan, hati sapi, telur dan lain-lain. Namun kesemua jenis makanan tersebut memiliki tekstur yang keras, kasar dan baru bisa dianjurkan untuk dikonsumsi jika sudah berusia 1 tahun. Oleh sebab itu perlu adanya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada balita dengan riwayat BBLR.

Salah satunya adalah penambahan makanan fungsional Jeli Gamat yang memiliki tekstur kental dan mudah dicerna. Didalam Jeli Gamat terdapat zat besi yang dapat membantu menurunkan risiko agresif akibat dari riwayat BBLR. Selain Jeli Gamat terdapat pula Spirulina Pacifica yang memiliki kandungan zat besi. Namun tablet Spirulina Pacifica harus dihancurkan terlebih dahulu agar menjadi serbuk sehingga dapat dikonsumsi oleh buah hati. Kedua produk ini dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi bayi BBLR serta mencegah dampak implikasi berkepanjangan akibat kondisi tersebut.


Ditulis Oleh,
Rosshela
avatar
Opterone

Jumlah posting : 60
Points : 162
Reputation : 0
Registration date : 12.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik